HARI MERDEKA: Mengenal Khoirul Anwar, Anak Petani yang Jadi Penemu 4G

Kesuksesan memang tidak bisa dipengaruhi dari siapa dan asal mereka. Sekalipun mereka berasal dari keluarga yang sederhana, namun selalu ada peluang untuk meraih prestasi gelimang di taraf internasional. Hal itulah yang terjadi pada Khoirul Anwar.

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini tidak pernah lupa dari mana dirinya berasal. Lahir dari pasangan Sudjianto dan Siti Patmi, Khoirul menjadi salah satu tokoh teknologi berpengaruh asal Indonesia. Bagaimana tidak, berkat temuannya pada telekomunikasi, Khoirul berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi kelas dunia.


Khoirul sendiri dikenal sebagai penemu 4G. Temuan ini telah dipatenkan dan digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik asal Jepang. Tidak hanya itu, teknologi yang diciptakan Khoirul ini juga telah dijajaki perusahaan raksasa China yakni Huawei Technology.
Namun, siapa yang menyangka jika temuannya tersebut ternyata terinspirasi dari sebuah film anak-anak yakni ‘Dragon Ball Z’ yang kerap ditontonnya. Kala itu, Khoirul sedang mengajukan tema penelitian untuk bisa mendapatkan dana riset, Khoirul pun coba mencari ide mengenai penelitian yang akan dilakukannya tersebut, hingga akhirnya film ‘Dragon Ball’ tersebut menginspirasinya.

Inspirasi tersebut sebenarnya muncul saat tokoh utama dalam film ‘Dragon Ball’ yakni Goku yang sedang melayangkan sebuah jurus terdahsyat yaitu Genki Dama atau Spirit Ball. Jurus tersebut menyerap semua energi makhluk hidup di alam, guna menghasilkan tenaga luar biasa. Demikian seperti dinukil dari berbagai laman oleh Okezone.


Paper berjudul ‘A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission Without Guard Interval’ inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya 4G yang seperti kita kenal sekarang ini. Dari temuannya tersebut, Khoirul berhasil meraih sejumlah penghargaan seperti Best Paper untuk Young Scientist di Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010.
Royalti yang didapat dari patennya tersebut kemudian dipersembahkan untuk sang ibunda yang saat ini masih tinggal di Kediri. Ibundanya sendiri berprofesi sebagai petani. Sejak SD, sang ayah telah meninggal dunia, hanya sang ibulah yang selama ini membiayai sekolahnya.

Khoirul pun tak berdiam diri, dia berusaha mencari beasiswa untuk bisa membawanya ke pendidikan yang jauh lebih tinggi. Selama mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), dirinya mendapatkan beasiswa hingga akhirnya bisa mengenyam pendidikan sampai ke jenjang Doktoral (S-3) di Jepang.


Sumber

_ news Furqon info